Di Surabaya, Jago PDIP Unggul

Hasil Quick Count Pilwali Surabaya

SURABAYA – Pemungutan suara untuk memilih wali kota-wakil wali kota Surabaya periode 2010?2015 kemarin (2/6) digelar. Pesta demokrasi lima tahunan itu diikuti lima pasang kandidat. Pasangan nomor urut satu adalah Bagio Fandi Sutadi-Mazlan Mansur (Dimaz) yang diusung PKB dan Partai Gerindra. Nomor dua adalah Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fu-Yu) yang diajukan koalisi PKS, PDS, PKNU, dan PPP. Lalu, nomor urut tiga adalah pasangan dari Partai Demokrat dan Golkar, yakni Arif Afandi-Adies Kadir (Cacak).

Sedangkan nomor empat adalah duet Tri Rismaharini-Bambang Dwi Hartono yang dicalonkan PDIP. Terakhir, nomor lima, pasangan dari jalur independen, Fitradjaja Purnama-Naen Soeryono. Di antara lima pasangan tersebut, dua incumbent maju dari partai yang berbeda. Mereka adalah Bambang D.H. yang kini masih menjabat wali kota dan Arif Afandi yang saat ini menjadi wakil wali kota.

Menurut hasil quick count beberapa lembaga survei, pasangan Risma-Bambang menduduki peringkat pertama. Dalam hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI), misalnya, pasangan Risma-Bambang unggul dengan perolehan suara 38,26 persen, disusul Cacak yang memperoleh suara 35,38 persen. Di bawah mereka ada Fu-Yu (13,98 persen), Dimaz (6,25 persen), dan Fitra-Naen (6,13 persen).

Meski demikian, LSI belum bisa menyatakan  pemenang dalam quick count tersebut. “Secara angka, pasangan nomor 4 memang unggul. Namun, secara akademis, kami belum bisa memastikan. Sebab, ada margin error dua persen,” terang Direktur LSI Arman Salam pada jumpa pers di Hotel JW Marriott kemarin (2/6).

Tim pemenangan Risma-Bambang juga merilis hasil quick count-nya. Hasilnya, Risma-Bambang unggul telak dengan meraih 44,7 persen suara. Di bawahnya, pasangan Cacak mendapat 31,7 persen suara. Menurut Jagad Hariseno, ketua Tim Pemenangan Risma-Bambang bidang eksternal, berdasar hasil hitung cepat sejumlah lembaga lain, secara de facto Risma-Bambang sudah memenangi pilwali ini dengan satu putaran. “Kami akan terus mengawal semua proses rekapitulasi suara. Kami tidak ingin ada kecurangan sistematis yang terjadi dan mencuri kemenangan kami,” tegasnya.

Kemenangan Risma juga tampak dari hasil real count yang dilakukan kubu Fu-Yu. Menurut tim real count Fu-Yu bersama smsPILKADA.com, pasangan Risma-Bambang meraih 39,54 persen, sedangkan Cacak 34,19 persen. Sampai pukul 19.34, surat suara sah yang masuk sebanyak 445.576.

Hal yang tak jauh berbeda tampak dari laporan warga yang masuk ke Radio Suara Surabaya dan Jawa Pos. Hingga pukul 20.05, Risma-Bambang meraih suara 44,42 persen, sedangkan Cacak hanya 31,92 persen.

Meski demikian, Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito tidak mau mengomentari hasil survei berbagai lembaga tersebut. Sebab, KPU masih menunggu hasil rekapitulasi suara dari panitia pemilihan kecamatan (PPK). “Jadi, kalau ada komponen masyarakat yang melakukan penghitungan suara terlebih dahulu, itu tidak berkaitan dengan KPU,” tandasnya. Penghitungan versi KPU, lanjut Eko, merupakan hasil yang sah. “Kalau mereka mau melakukan penghitungan untuk kepentingan mereka, ya silakan. Secara umum, KPU masih menunggu rekap,” tuturnya. (kit/c3/oni)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=65086

Leave a Comment