Putusan MK: Gelar Ulang Pilkada Surabaya

JAKARTA, KOMPAS.com – Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya yang memenangkan pasangan calon nomor urut empat, Tri Risma Harini-Bambang Dwi Hartono.

MK dalam putusannya di Jakarta, Rabu (30/6/2010) ini, menyatakan, KPU Kota Surabaya harus melakukan pemungutan ulang di lima kecamatan dan dua kelurahan serta menghitung ulang di seluruh kotak suara, kecuali diperintahkan pemungutan ulang.

“MK juga memerintahkan kepada KPU Kota Surabaya untuk melaporkan hasil pemungutan suara ulang dan penghitungan ulang selambat-lambatnya 60 hari setelah putusan dibacakan,” kata Ketua MK Mahfud MD.

Adapun pemungutan ulang harus dilakukan di Kecamatan Bulak, Sumampir, Krembangan, Rungkut, Sukolilo, dan Kelurahan Putat Jaya di Kecamatan Sawangan serta Kelurahan Wiyung di Kecamatan Wiyung.

MK menilai, terjadi pelanggaran serius berupa abuse of power. MK setidaknya mendasarkan pendapatnya ini pada bukti berupa 15 surat keputusan Wali Kota Surabaya Bambang DH terkait pemberian hibang dan bantuan sosial yang dikeluarkan selama periode kampanye.

Selain itu juga upaya penggiringan camat alumni STPDN untuk memilih pasangan calon nomor tertentu, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri yang melarang pembiayaan program kegiatan yang dibuat yang dapat menguntungkan pasangan calon baik berupa hibah atau bantuan sosial.

“Telah terjadi pelangaran serius yang bersifat sistematis, terstruktur dan massif yang menciderai pelaksanaan pilkada yang demokratis berdasar asas langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil,” kata hakim konstitusi Arsyad Sanusi.

Perintah penghitungan ulang seluruh kotak suara dijatuhkan mengingat adanya pembukaan segel kotak suara yang tidak sesuai ketentuan serta tidak dihitungnya surat suara coblos tembus yang menyebabkan jumlah surat suara yang tidak sah tinggi.

Pemohon perkara sengketa pilkada ini adalah pasangan Arif Afandi-Adies Kadir, jago Partai Demokrat. Sedangkan pasangan yang dinyatakan menang adalah Tri Risma Harini, semula bawahan Bambang DH yang sudah dua peridoe menjabat Wali Kota Surabaya. Mereka dijagokan PDI Perjuangan.

http://regional.kompas.com/read/2010/06/30/15445558/Putusan.MK.Gelar.Ulang.Pilkada.Surabaya

Leave a Comment